Bangun pagi ini diawali dengan perasaan senang karena berhasil bangun ketika langit masih gelap, itu berarti waktu subuh belum lama lepas.

Pagi ini pukul 9:30, kami, anak-anak Yamamoto lab seluruhnya datang menghadiri sidang salah satu mahasiswa S2 yang akan lulus bulan Maret ini (atau April ya sebutannya? entahlah). RIsetnya tentang time-series analysis menggunakan wearable devices pada saat seseorang melakukan aktivitas “tertentu.” Berhubung risetnya berkaitan dengan sebuah perusahaan jadi aku lebih baik untuk tidak menyebutkannya.

Sidangnya berjalan tepat waktu, sangat khidmat, tenang, tidak ada distraksi (kecuali, di menit awal tiba-tiba hp-ku bunyi alarm pukul 9:30), semua tenang mendengarkan, maksudku benar-benar mendengarkan, pandangan mereka hanya tertuju pada layar proyektor, tidak ada yang menyambi main HP atau hal lain, lagi-lagi kecuali aku, karena aku terlalu gatal dan excited untuk mendokumentasikan momen ini dalam sebuah notes kecil yang aku tulis di Google Keeps.

Sidang ini termasuk sidang tertutup, sebagaimana disampaikan pada selebaran jadwal mahasiswa yang akan sidang yang dibagikan melalui email oleh departemen Informatika. Asumsiku lagi-lagi, mungkin karena risetnya dimiliki oleh sebuah perusahaan dan sifatnya dirahasiakan. Peserta sidangnya juga hanya warga lab, sensei, penguji satu dan penguji dua.

Pada awalnya aku pikir, oh biasa saja, namun aku baru sadar ketika menulis bagian ini ternyata ada yang berbeda. Mari kita uraikan satu per satu.

  1. Mulai dari pakaian, mahasiswa yang diuji mengenakan jas lengkap, sepatu pantoefel, berdasi. Sensei (supervisor) pakaian biasa saja, Sensei penguji pun juga sama sebagaimana sehari-harinya mereka. Ada juga satu orang lagi aku tidak tau siapa beliau apakah sensei kampusku juga atau orang perusaahn, namun beliau juga menggunakan setelan jas lengkap, necis lah. Lalu para penyimak yaitu kami warga lab mengenakan pakaian yaa biasanya, tidak ada seremonial yang formal.
  2. Nah dari deskripsi nomor 1 sudah bisa dibayangkan, ternyata ujiannya tidaklah seperti di Indonesia, terkhusus kampusku. Di sini dihadiri, diperbolehkan hadir, oleh cukup banyak orang.
  3. Menariknya juga adalah presenter diperbolehkan mengenakan masker ketika presentasi, tidak menghadap ke audiens ketika presentasi (hanya menggerakkan cursor mouse), yang penting hal-hal tersampaikan dan meyakinkan para penguji. Sangat berbeda dengan di Indonesia yang mana kita diharuskan untuk “tampil percaya diri.”
  4. Perkara waktu juga sangat on-time, sebenarnya sudah menjadi hal yang lumrah di Jepang, namun beberapa kali masih saja bikin kaget (kecil). Mulai 9:30 berakhir pukul 10:00. Waktu seakan terasa sangat cepat berlalu karena slide yang dibuat oleh presenter simple namun interaktif, padahal background hanya putih tanpa pernak-pernik gambar tambahan yang tidak perlu. Ini MENGAGUMKAN!

Selesai tepat pukul 10:00, kami semua kembali ke lab, dan mengucap kepada presenter “kerja bagus!” Aku masih belum terbiasa dengan budaya semacam ini, karena praktis aku baru “bergabung” menjadi warga lab satu minggu ke belakang, yaa karena banyak kelas, tugas, essay, segala macam termasuk kedinginan yang bikin jarang masuk ke lab, dan hanya datang ketika laporan progress mingguan saja setiap hari jumat, itu pun pakai lari-larian karena aku harus datang ke lab benar-benar setelah kelas dan harus mengejar sholat Ashar sebelumnya, sangat hectic.